Rabu, 19 Maret 2014

Jelaskan jenis-jenis ancaman melalui IT dan kasus cybercrime

Kebutuhan kita untuk mendapatkan informasi melalui internet saat ini semakin tinggi. Namun, masih banyak yang belum menyadari akan ancaman atau serangan apabila kita menggunakan IT. Kita baru sadar setelah data menjadi hilang, terkena virus, spyware, spam bahkan sampai komputer menjadi rusak dan tidak bisa digunakan lagi. Saat ini berbagai serangan terhadap jaringan komputer dan internet semakin banyak dan berkembang. Serangan tidak hanya terhadap invidivu tertentu.

Ada serangan yang sengaja dilakukan oleh seseorang atau kelompok tertentu terhadap suatu perusahaan/lembaga untuk kepentingan pribadi mereka. Masih lemahnya sistem suatu perusahaan membuat mereka semakin berkembang dalam membuat teknik serangan-serangan baru. Berikut ini macam – macam ancaman atau serangan dari penggunaan IT :

1. Botnet

Terdiri dari dua kata, yaitu BOT (program yang otomatis) dan Net Networking). Jadi botnet merupakan program yang secara otomatis, bekerja dalam network tertentu yang bertujuan untuk mendapatkan “sesuatu” secara brutal, karena semua komputer yang terhubung dalam jaringan akan diserang semuanya secara otomatis.

2. Memaksa masuk (Brute Force) dan kamus password (Dictionary)

 Menyerang database atau menyerang login prompt yang sedang aktif. Brute Force: upaya menemukan password dari account user dengan cara sistematis, mencoba berbagai kombinasi angka, huruf dan simbol.

3. Denial of Service (DoS)

Membuat layanan jaringan jadi mampet atau terhalang.

4. Spamming

Spam merupakan email/newsgroup/pesan diskusi forum yang tak diundang. Berupa iklan dari vendor atau bisa berisi kuda Trojan. Biasanya datang bertubi-tubi tanpa diminta dan sering kali tidak dikehendaki oleh penerimanya. Mirip dengan DoS.

5. Hacker

Seseorang atau beberapa orang yang ahli dan mengetahui seluk beluk komputer, baik, software, hardware, keamanan atau jaringannya.

Kasus Cyber Crime di Indonesia

Berikut ini contoh kasus cyber crime yang terjadi di Indonesia :

1.         Pencurian dan penggunaan account internet milik orang lain.

2.         Membajak situs web.

3.         Probing dan port scanning.

4.         Virus.

5.         DoS dan DDos.

6.         Kejahatan yang berhubungan dengan nama domain.

7.         Indonesia Computer Emergency Response Team (IDCERT).

8.         Sertifikasi perangkat security.

Sumber :

http://arfimomo08.blogspot.com/2013/03/jenis-jenis-ancaman-threat-melalui-it.html

Pengertian Profesionalisme dan Kode Etik beserta ciri-cirinya



Profesionalisme adalah sebutan yang mengacu kepada sikap mental dalam bentuk komitmen dari para anggota suatu profesi untuk senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kualitas profesionalnya.
Sedangkan ciri-ciri profesionalisme di bidang IT :
1.      Memiliki pengetahuan yang tinggi di bidang profesinya.
2.      Memiliki keterampilan yang tinggi di bidang profesinya.
3.      Memiliki pengetahuan yang luas tentang manusia dan masyarakat, budaya, seni, sejarah dan komunikasi.
4.      Tanggap terhadap masalah client, faham terhadap isu-isu etis serta tata nilai kliennya.
5.      Mampu melakukan pendekatan multi disipliner.
6.      Mampu bekerja sama.
7.      Bekerja di bawah disiplin etika.
8.      Mampu mengambil keputusan didasarkan kepada kode etik, bila dihadapkan pada situasi dimana pengambilan keputusan berakibat luas terhadap masyarakat.

Kode etik(etika) adalah merupakan suatu bentuk aturan tertulis yang secara sistematik sengaja dibuat berdasarkan prinsip-prinsip moral yang ada dan pada saat yang dibutuhkan akan dapat difungsikan sebagai alat untuk menghakimi segala macam tindakan yang secara logika atau rasional umum (common sense) dinilai menyimpang dari kode etik.
Dengan demikian kode etik bisa di artikan refleksi dari apa yang disebut dengan “self control”, karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepentingan kelompok sosial itu sendiri.
Lalu kode etik profesional seperti apa yang harus di miliki oleh seorang IT????
  1. Dalam lingkup TI, kode etik profesinya memuat kajian ilmiah mengenai prinsip atau norma-norma dalam kaitan dengan hubungan antara profesional atau developerTI dengan klien, antara profesional sendiriantara organisasi profesi, serta organisasi profesi dengan pemerintah.Salah satu bentuk hubungan seorang profesional dengan klien (pengguna jasa) misalnya pembuatan sebuah program aplikasi.
  2. Seorang profesional tidak dapat membuat program semaunya, ada beberapa hal yang harus ia perhatikan seperti untuk apa program tersebut nantinya, digunakan oleh kliennya atau user, ia dapat menjamin keamanan (security) system kerja program aplikasi tersebut dari pihak-pihak yang dapat mengacaukan system kerjanya (misalnya : Hacker, Cracker, dll).

Sumber :

Pengertian Etika, Profesi dan ciri khas profesi di bidang IT




ETIKA

Etik (atau etika) berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat. Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimilki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik. Etika merupakan sebuah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya.

Pengertian baik
Sesuatu hal dikatakan baik bila ia mendatangkan rahmat, dan memberikan perasaan senang, atau bahagia (Sesuatu dikatakan baik bila ia dihargai secara positif).
Pengertian buruk
Segala yang tercela. Perbuatan buruk berarti perbuatan yang bertentangan dengan norma-norma masyarakat yang berlaku.
Cara penilaian baik dan buruk
Menurut Ajaran Agama, Adat Kebiasaan, Kebahagiaan, Bisikan Hati (Intuisi), Evolusi, Utilitarisme, Paham Eudaemonisme, Aliran Pragmatisme, Aliran Positivisme, Aliran Naturalisme, Aliran Vitalisme, Aliran Idealisme, Aliran Eksistensialisme, Aliran Marxisme, Aliran Komunisme.
Kriteria perbuatan baik atau buruk yang akan diuraikan di bawah ini sebatas berbagai aliran atau faham yang pernah dan terus berkembang sampai saat ini. Khusus penilaian perbuatan baik dan buruk menurut agama, adapt kebiasaan, dan kebudayaan tidak akan dibahas disini.

PROFESI
Profesi adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian. Berdasarkan pengertian tersebut dapat dijelaskan bahwa etika profesi dalah keterampilan seseorang dalam suatu pekerjaan utama yang diperoleh dari jalur pendidikan atau pengalaman dan dilaksanakan secara kontinu yang merupakan sumber utama untuk mencari nafkah. Ada yang mengatakan bahwa profesi adalah “jabatan seseorang walau profesi tersebut tidak bersifat komersial”.

CIRI KHAS PROFESI
Menurut Artikel dalam International Encyclopedia of education, ada 10 ciri khas suatu profesi, yaitu:
  1. Suatu bidang pekerjaan yang terorganisir dari jenis intelektual yang terus berkembang dan diperluas.
  2. Suatu teknik intelektual.
  3. Penerapan praktis dari teknik intelektual pada urusan praktis.
  4. Suatu periode panjang untuk pelatihan dan sertifikasi.
  5. Beberapa standar dan pernyataan tentang etika yang dapat diselenggarakan.
  6. Kemampuan untuk kepemimpinan pada profesi sendiri.
  7. Asosiasi dari anggota profesi yang menjadi suatu kelompok yang erat dengan kualitas komunikasi yang tinggi antar anggotanya.
  8. Pengakuan sebagai profesi.
  9. Perhatian yang profesional terhadap penggunaan yang bertanggung jawab dari pekerjaan profesi.
  10. Hubungan yang erat dengan profesi lain.



Sedangkan ciri-ciri profesionalisme di bidang IT :


1.      Memiliki pengetahuan yang tinggi di bidang profesinya.

2.      Memiliki keterampilan yang tinggi di bidang profesinya.

3.      Memiliki pengetahuan yang luas tentang manusia dan masyarakat, budaya, seni, sejarah dan komunikasi.

4.      Tanggap terhadap masalah client, faham terhadap isu-isu etis serta tata nilai kliennya.

5.      Mampu melakukan pendekatan multi disipliner.

6.      Mampu bekerja sama.

7.      Bekerja di bawah disiplin etika.

8.      Mampu mengambil keputusan didasarkan kepada kode etik, bila dihadapkan pada situasi dimana pengambilan keputusan berakibat luas terhadap masyarakat.

Sumber :

Selasa, 21 Januari 2014

cara kerja jaringan wireless

 Saat ini perkembangan teknologi jaringan sungguh sangat mengagumkan. Berbagai macam teknologi jaringan telah dikembangkan untuk membantu manusia dalam berkomunikasi. Dulu sekitar tahun 80-an jaringan komputer hanya mengandalkan teknologi jaringan berbasis kabel, namun saat ini teknologi jaringan berbasis kabel mulai ditinggalkan karena besarnya biaya yang harus dikeluarkan dan tidak fleksibel. Sebagai solusi atas permasalahan dalam penggunaan teknologi jaringan kabel, untuk saat ini mulai banyak diterapkan teknologi jaringan wireless (nirkabel). Hal itu dapat terlihat dari banyaknya perusahaan, lembaga pendidikan maupun tempat umum yang menyediakan Hotspot Area (area yang terdapat jaringan internet berbasis wireless) sebagai fasilitas penunjang kegiatan mereka.

Jaringan wireless adalah jaringan yang menghubungkan dua komputer atau lebih dengan menggunakan sinyal radio. Lantas bagaimana sih cara kerja jaringan wireless? Melalui tulisan ini kita akan coba memahami cara kerja jaringan wireless. Terdapat tiga buah komponen yang dibutuhkan jaringan wireless untuk dapat mengirim dan menerima data yaitu sinyal radio (radio signal), format data (data format) dan struktur jaringan (network structure). Dalam jaringan komputer kita mengenal adanya tujuh lapisan OSI (Open System Interconnection) yaitu :

  1.     Physical layer (lapisan fisik)
  2.     Data-link layer (lapisan katerkaitan data)
  3.     Network layer (lapisan jaringan)
  4.     Transport layer (lapisan transportasi)
  5.     Session layer (lapisan sesi)
  6.     Presentation layer (lapisan presentasi)
  7.     Application layer (lapisan aplikasi)

 


Masing-masing dari ketiga komponen yang telah disebutkan sebelumnya berada dalam lapisan yang berbeda-beda. Mereka bekerja dan mengontrol lapisan yang berbeda. Sebagai contoh : sinyal radio (komponen pertama), bekerja pada physical layer. Lalu format data mengendalikan beberapa lapisan diatasnya. Dan struktur jaringan berfungsi sebagai alat untuk mengirim dan menerima sinyal radio. Lebih jelasnya, cara kerja jaringan wireless dapat diibaratkan seperti cara kerja modem dalam mengirim dan menerima data, ke dan dari internet. Saat akan mengirim data, komponen-komponen wireless tadi akan berfungsi sebagai alat yang mengubah data digital menjadi sinyal radio. Lalu saat menerima data, komponen-komponen wireless tadi berfungsi sebagai alat yang mengubah sinyal radio menjadi data digital yang bisa dimengerti dan diproses oleh komputer.
Kemudian muncul pertanyaan, bagaimana sinyal radio dapat diubah menjadi data digital? Prinsip dasar yang digunakan pada teknologi jaringan wireless ini sebenarnya diambil dari persamaan yang dibuat oleh James Clerk Maxwell di tahun 1964. Dalam persamaan itu, dengan gamblang dan jelas Maxwell berhasil menunjukkan fakta bahwa, setiap perubahan yang terjadi dalam medan magnet itu akan menciptakan medan-medan listrik. Dan sebaliknya, setiap perubahan yang terjadi dalam medan-medan listrik itu akan menciptaken medan-medan magnet. Lebih lanjut Maxwell menjelaskan, saat arus listrik (AC atau alternating current) bergerak melalui kabel atau sarana fisik (konduktor) lainnya, maka, beberapa bagian dari energinya akan terlepas ke ruang bebas di sekitarnya, lalu membentuk medan magnet atau alternating magnetic field. Kemudian medan magnet yang tercipta dari energi yang terlepas itu akan menciptakan medan listrik di ruang bebas, yang selanjutnya akan menciptakan medan magnet lagi, lalu medan listrik lagi, medan magnet lagi, dan seterusnya, hingga arus listrik yang asli atau yang pertama terhenti (terputus). Bentuk energi yang tercipta dari perubahan-perubahan ini disebut dengan radiasi elektromagnetik (electromagnetic radiation), atau biasa kita kenal sebagai gelombang radio. Itu artinya, radio dapat didefinisikan sebagai radiasi dari energi elektromagnetik yang terlepas ke udara (ruang bebas). Alat yang menghasilkan gelombang radio itu biasa disebut transmitter. Sedangkan alat yang digunakan untuk mendeteksi dan menangkap gelombang radio yang ada di udara biasa disebut receiver. Agar kedua alat ini (transmitter dan receiver) lebih fokus saat mengirim, membuat pola gelombang, mengarahkan, meningkatkan, dan menangkap sinyal radio, ke dan dari udara, maka diperlukan alat lain, yaitu antena. Berkat persamaan dari Maxwell, transmitter, receiver, serta antena, yang kemudian disatukan dalam semua peralatan jaringan wireless itulah, maka komputer bisa berkomunikasi, mengirim dan menerima data melalui gelombang radio, atau biasa disebut dengan jaringan wireless.





Di dalam jaringan wireless terdapat beberapa perangkat yang dibutuhkan agar jaringan dapat berjalan dengan sempurna, pada gambar diatas dijelaskan perangkat utama yang dibutuhkan yaitu :

    Access Point, access point ini adalah perangkat yang paling utama agar terdapatnya jaringan wireless, jaringan wireless di sebarkan oleh perangkat ini, perangkat ini berfungsi sama hal nya dengan hub/switch yang menghubungkan lebih dari satu komputer ke jaringan lokal (LAN), jaringan wireless dapat di enskripsi agar aliran data memiliki keamanan.
    Komputer server/router, perangkat ini digunakan untuk mengatur konfigurasi jaringan dan memanage koneksi.
    Internet, pada bagian ini internet digunakan untuk mengakses jaringan luar yang diberikan ole ISP ketika kita berlangganan internet.



kesimpulan : jaringan sangat cocok untuk masa depan karna selain mengurangi biaya oprasional juga memiliki kecepatan yang lebih baik dari jaringan yang lain, tapi semua juga bisa terpengaruh oleh arus cuaca yang ada di sekitar kita juga.

sumber:
http://danniish.blogspot.com/2013/03/cara-kerja-jaringan-wireless.html
http://inicoretangue.blogspot.com/2013/11/cara-kerja-jaringan-wireless.html
 

Febri Yantoro M. © 2008. Design By: SkinCorner